Aula SD MBS Prambanan kembali menjadi ruang bertemunya semangat menuntut ilmu dalam kegiatan Kajian Sabtu Siang (KASASI) pada Sabtu, 3 Agustus 2025. Kegiatan ini mengusung tema yang sangat fundamental dalam kehidupan seorang muslim, yakni “Menguatkan Tartil dalam Bacaan Surat Al-Fatihah”.
Kegiatan ini diawali dengan murojaah surat Al-Muddassir yang dipimpin oleh Ustazah Lida, kemudian dilanjutkan sesi utama yang dipandu oleh MC Ustazah Bibah. Ustaz Dimas, guru TAHTA SD MBS Prambanan, menjadi narasumber utama dalam kajian yang mengangkat pentingnya membaca surat Al-Fatihah dengan benar dan tepat sesuai ilmu tajwid.
Dalam pemaparannya, Ustaz Dimas menjelaskan tiga poin utama yang wajib diperhatikan saat membaca Al-Fatihah:
1. Makhorijul huruf – kesalahan dalam makhorijul huruf adalah kesalahan jali (fatal). Ulama’ sepakat hukumnya haram dikarenakan ketika suatu bacaan keliru membaca makhorijul hurufnya, maka akan memiliki arti yang berbeda.
2. Sifat tawasuth (tengah-tengah) – hurufnya yaitu lam (ل), nun (ن), ‘ain (ع), mim (م), dan ra (ر). Kelima huruf ini harus ada suara hurufnya walau sedikit.
3. Tafkhim dan Tarqiq – Perbedaan antara huruf yang dibaca tebal dan tipis sangat menentukan ketepatan bacaan Al-Qur’an.
Tak lupa, Ustaz Dimas juga menekankan agar tidak terburu-buru dalam membaca Al-Qur’an. Bacaan yang pelan dan penuh perhatian akan membantu menghindari kesalahan dan meningkatkan kekhusyukan.
Antusiasme para guru sangat terlihat saat memasuki sesi praktik membaca Surat Al-Fatihah. Mereka bergantian melafalkan ayat demi ayat dengan bimbingan langsung dari narasumber, sebagai bentuk komitmen untuk terus memperbaiki bacaan dan pemahaman terhadap Kalamullah.
Kajian KASASI kali ini menjadi momentum berharga dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an, khususnya Al-Fatihah yang dibaca dalam setiap salat. Semoga semangat belajar ini senantiasa tumbuh, demi mencetak generasi pendidik yang tidak hanya cakap dalam ilmu dunia, tetapi juga kuat dalam ilmu agama.
Semoga Istiqomah dalam semangat kajiannya …..
Aamiin, semangat kajian ustaz