SD MBS melaksanakan kegiatan edutrip ke Kampung Batik Giriloyo, Imogiri, pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid kelas 1 hingga kelas 5 dengan penuh semangat.
Usai apel keberangkatan, para murid segera menuju bus masing-masing. Sebanyak 10 bus telah bersiap mengantarkan para murid menuju lokasi kegiatan. Wajah ceria dan semangat tampak menghiasi perjalanan mereka karena tidak sabar untuk belajar membatik secara langsung.
Kepala SD MBS, Ustazah Riza, menyampaikan bahwa batik merupakan seni menghias kain dengan teknik perintang warna menggunakan malam dan canting. Batik juga telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia. Menurut beliau, warisan budaya batik sudah sangat melekat dengan identitas bangsa dan berkembang secara turun-temurun di berbagai penjuru Nusantara. Oleh karena itu, generasi muda perlu dibekali pengetahuan tentang sejarah serta praktik sederhana membatik agar semakin mencintai dan melestarikan budaya Indonesia.
Sesampainya di Kampung Batik Giriloyo, para murid mendapatkan pemaparan mengenai proses pembuatan batik, mulai dari tahap awal hingga tahap akhir. Setelah mendengarkan penjelasan, mereka langsung mempraktikkan proses membatik secara mandiri. Dengan demikian, para murid tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman nyata dalam membuat batik.
Seluruh murid tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ada yang menggunakan kuas, ada pula yang mencoba membatik menggunakan canting. Setelah proses membatik selesai, hasil karya para murid dibantu proses pewarnaannya oleh tim Kampung Batik Giriloyo. Berbagai motif dan warna yang dihasilkan menunjukkan kreativitas serta keindahan karya batik buatan mereka.
Ketua Panitia, Ustaz Arif, menyampaikan bahwa kegiatan edutrip di Kampung Batik Giriloyo menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan dan berkesan bagi para murid. Mereka memperoleh pengalaman baru tentang cara membatik sekaligus mengenal lebih dekat budaya batik tradisional Indonesia. Suasana yang ramah, edukatif, dan sarat nilai budaya menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman yang tidak terlupakan.
Beliau juga berharap kegiatan edutrip ke Kampung Batik Giriloyo dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang karena sangat bermanfaat dalam menambah wawasan murid mengenai budaya Indonesia serta proses pembuatan batik secara langsung. Selain itu, beliau turut mendoakan agar para perajin batik senantiasa diberikan kesehatan dan semangat dalam melestarikan warisan budaya bangsa.