SD MBS melaksanakan kegiatan Kemah Ceria pada Jumat–Sabtu, 15–16 Mei 2026, di Bumi Perkemahan Lindhu Gedhe. Kegiatan ini diikuti oleh para pandu pengenal kelas IV sebagai sarana pembelajaran di luar kelas yang menyenangkan sekaligus bermakna.

Sebelum berangkat menuju lokasi perkemahan, seluruh peserta mengikuti apel pelepasan di SD MBS bersama Kepala Bagian Kesiswaan SD MBS, Ustaz Fikri. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan kemah bertujuan melatih kemandirian, tanggung jawab, serta kekompakan antarpeserta.

Beliau juga meneladankan sosok Jenderal Sudirman sebagai Bapak Pandu Hizbul Wathan. Menurutnya, Jenderal Sudirman merupakan pemimpin yang sederhana, disiplin, cinta tanah air, dan pantang menyerah. Bahkan dalam kondisi sakit, beliau tetap berjuang demi bangsa dan negara. Semangat tersebut mengajarkan bahwa seorang pandu harus kuat, tangguh, dan senantiasa berbuat baik dalam keadaan apa pun. Selain itu, Ustaz Fikri berpesan agar seluruh peserta senantiasa berdoa sebelum kegiatan dimulai, menjaga ketertiban selama perjalanan, serta mematuhi arahan ustaz, ustazah, dan para rakanda selama pelaksanaan kemah.

Ketua panitia, Ustazah Nisa, menjelaskan bahwa kegiatan Kemah Pengenal kelas IV tahun ini mengusung tema “1 Malam Berani Mandiri, 2 Hari Penuh Arti”. Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang positif melalui interaksi langsung dengan alam dan kerja sama kelompok.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan karakter, kemandirian, dan keterampilan sosial siswa dapat berkembang dengan baik, sekaligus mempererat ukhuwah antarpandu,” ujar beliau.

Sesampainya di bumi perkemahan, para pandu pengenal tampak antusias mendengarkan arahan dari Dewan Kerabat PPM MBS untuk persiapan mendirikan tenda. Dengan penuh semangat, setiap kelompok bekerja sama mengikat tali, memasang patok, hingga memastikan tenda siap digunakan.

Selain berbagai kegiatan praktik di lapangan, para peserta juga mendapatkan beberapa materi pembinaan yang bermanfaat, diantaranya: Materi Pelatihan Survival (bertahan hidup di alam bebas) oleh Ramanda Untung, P2HW bersama Rakanda Adam, serta materi Leadership bersama Ramanda Eko. Ketiga materi tersebut menjadi bekal penting untuk menumbuhkan kemandirian, jiwa kepemimpinan, serta keterampilan kepanduan para peserta.

Beragam kegiatan menarik pun dilaksanakan selama perkemahan. Mulai dari lomba memasak berbahan dasar kentang, pentas seni dalam acara api unggun, hingga kegiatan outbound yang dipenuhi permainan edukatif seputar kepanduan Hizbul Wathan. Beberapa di antaranya ialah sambung lirik Mars HW, kuis al islam, simpul tali, pembuatan drag bar, P2HW, serta permainan pipa bocor yang menjadi salah satu kegiatan paling seru dan diminati peserta.

Meski dipenuhi berbagai aktivitas, para peserta tetap mengutamakan ibadah. Dalam Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, berkemah bukanlah alasan untuk meninggalkan kewajiban kepada Allah Swt. Hal ini sejalan dengan Janji Pandu Pengenal yang pertama, yaitu “Setia mengerjakan kewajiban saya terhadap Allah”. Selama kegiatan berlangsung, para peserta melaksanakan salat fardu berjamaah dan murojaah hafalan Al-Qur’an secara bersama-sama.

Kegiatan Kemah Ceria ditutup melalui apel penutupan yang dipimpin oleh Kepala Sekolah, Ustazah Riza. Rangkaian penutupan diisi dengan pembagian hadiah berbagai lomba serta penyematan tiska (tanda ikut serta kegiatan) Kemah Ceria #4 kepada perwakilan peserta putra dan putri.

Dalam pesannya, Ustazah Riza menyampaikan tiga hal penting sesuai Undang-Undang Pandu Hizbul Wathan, yaitu menjaga sopan santun, menyayangi semua makhluk, serta melaksanakan perintah tanpa membantah. Beliau juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dalam perkemahan ini merupakan bagian dari pembentukan soft skill siswa agar menjadi pribadi yang mandiri, kompak, dan mampu menghargai karya serta kreativitas orang lain, sebagaimana ditunjukkan dalam pentas seni saat api unggun. [Narumy]

Leave a Comment